Pengalaman Membuat Rekening BNI Taplus Di Luar Daerah

Di postingan kali ini saya akan sedikit membahas sebuah pengalaman saya tentang dunia perbankan, yaitu cara membuat rekening BNI Taplus di luar daerah. Dalam artian di tempat domisili saat saya merantau di kota Bogor.

Sebenarnya saya agak sedikit malas jika berhubungan dengan bank karena aturannya yang super ribet. Salah sedikit saja bikin pusing.

Tapi karena memang tuntutan kebutuhan karena saat itu saya diminta pihak yang akan mempekerjakan saya untuk membuat rekening di bank BNI supaya gaji bulanan bisa ditransfer langsung ke rekening. Jadi mau tak mau saya harus membuatnya.

Hanya saja saya bisa membayangkan bagaimana ribetnya berhadapan dengan pihak bank. Karena saat itu saya berdomisili di Kota Bogor sedangkan KTP saya asli Ciamis.

Sebenarnya pihak bank juga sama saja mereka membutuhkan banyak nasabah. Tapi jika kita ada kekurangan sedikit saja rasanya aturan jadi sangat ribet.

Sebelum saya memutuskan untuk membuka rekening, saya datang dulu ke kantor cabang BNI terdekat. Saya langsung tanya-tanya dulu ke Customer Service nya tentang cara pembuatan serta syarat-syaratnya.
Cara membuat rekening BNI Taplus luar domisili

Sebenarnya syarat bagi yang memiliki KTP setempat sangatlah gampang sekali. Cuma diminta kartu identitas (KTP, SIM atau Paspor), NPWP dan uang setoran awal sebesar Rp 500.000 (untuk wilayah Jabodetabek dan Rp 250.000 untuk luar Jabodetabek).

Cuma karena saya bukan orang Bogor asli dan tidak punya KTP Bogor, akhirnya saya diberi syarat tambahan yaitu harus membawa KK (kartu keluarga) asli, surat keterangan domisili atau surat keterangan kerja.

Ini yang membuat saya jadi agak ribet. KK asli saya gak dibawa, hanya foto kopian. Dan si CS keukeuh minta yang asli.

Saya pergi ke RT, RW dan kelurahan minta surat keterangan domisili tapi mereka bilang kelurahan sudah tidak mengeluarkan lagi surat domisili. Katanya karena sekarang e-KTP sudah nasional, jadi tak perlu surat domisili.

Sebagai pengganti surat domisili maka saya harus melampirkan surat keterangan kerja. Waktu itu saya baru mau kerja. Bagaimana bisa saya membuat surat keterangan kerja?

Terus saya bolak-balik ke bank dan ke kelurahan beberapa kali seperti bola yang dipermainkan.

Karena pihak kelurahan dan pihak bank sama-sama keukeuh, saat itu saya sedang tinggal di salah satu pesantren di Kota Bogor akhirnya saya meminta bagian admin pesantren membuatkan surat keterangan kerja sebagai staf di pesantren hanya sebagai syarat ke bank saja.

Tapi si adminnya gak mau karena katanya gak bisa membuatnya. Jalan lain akhirnya saya dibuatkan surat keterangan kerja dari usaha CV yang di pesantren tersebut.

Setelah dapat, saya pergi lagi ke kantor Cabang BNI menyerahkan persyaratan yaitu KTP, fotokopi KK, surat keterangan kerja, NPWP dan uang setoran awal sebesar Rp 500.000 plus biaya admin dan biaya pembuatan kartu ATM.

Akhirnya pihak bank mau membuatkan saya rekening BNI Taplus. Hanya saja di akhir saya cuma diberi buku tabungan saja. Sedangkan ATM nya ditangguhkan selama 14 hari.

Mereka beralasan karena saya memberikan KK berupa fotokopian jadi proses pembuatan ATM nya lama. Kecuali saya memperlihatkan SIM asli. Sedangkan saya tidak punya SIM. Punya paspor hanya tidak dibawa.

Meskipun agak dongkol karena sudah capek bolak-balik, pas sudah jadi yang didapat cuma buku tabungan saja, sedangkan ATM nya harus diambil 14 hari kemudian, tapi saya sangat bersyukur sudah dapat nomer rekening BNI. Karena nomer ini yang dibutuhkan untuk mendapat transferan gaji bulanan.

Sejujurnya jika bukan karena suatu kepentingan yang mendesak saya benar-benar kapok dan tidak pernah mau berhubungan dengan pihak bank. Aturan mereka terlalu ribet dan menyulitkan.

Karena sebelumnya saya juga pernah berurusan dengan bank lain dalam masalah pinjaman. Meskipun mereka sudah mempercayai saya karena setoran bulanan tak pernah telat, tetap saja pas ada kekurangan sedikit saja jadi sangat ribet.

Semoga saja kedepannya pihak bank bisa lebih bersahabat lagi jika ada kesalahan atau kekurangan yang sedikit. Jangan terlalu menyulitkan.

Aturannya harus update, seperti pembuatan surat domisili yang sudah tidak berlaku bisa dicari alternatif lain khususnya bagi yang belum bekerja dan bukan pelajar.

Apalagi kepada orang luar daerah yang ingin membuat rekening sebagai syarat masuk kerja dan menyimpan uang atau hanya sebagai media transfer gaji yang jumlah uangnya tidak seberapa.

Kecuali kepada para pejabat atau orang-orang tertentu yang membuat rekening bank untuk menimbun uang puluhan juta atau milyaran hasil korupsi, cuci uang dll. Mereka memang perlu diberi aturan ekstra.

Maaf postingan ini bukan bermaksud menjelekan pihak bank. Hanya saja saya selalu merasa capek dengan aturan-aturannya yang terkadang sangat menyulitkan.

Comments