Kisah Perjalanan Di Tahun 2019 Luar Biasa

Pada tahun 2019 ini merupakan tahun yang sangat luar biasa buat saya. Banyak sekali pengalaman yang saya alami di tahun ini baik suka maupun duka.

Mulai dari bisa kerja sambil jalan-jalan secara gratis ke Jambi dan Kalimantan, tahu rasanya naik pesawat hingga terkena penyakit hepatitis A yang menyebabkan SGOT dan SGPT naik berkali-kali lipat, dan uang hasil kerja Rp 10 jutaan dicaplok orang karena dia mempermainkan dan melanggar akad yang dia buat sendiri.

Saya yang hanya orang kampung yang senang hidup di pedesaan, jarang pergi kemana-mana, apalagi ke luar pulau, alhamdulillah tahun ini Allah memberikan saya kesempatan untuk itu.
Perjalanan di tahun 2019

Mulai pada awal tahun di bulan Januari saya pergi ke Bogor dan menetap disana. Kemudian setelah hari raya Idul Fitri saya mendapatkan kesempatan bergabung bersama Badan Restorasi Gambut (BRG) dalam rangka mengadakan pelatihan edukasi gambut di 7 provinsi.

Saya yang tadinya tidak pernah terbayang sedikit pun Jambi, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan akhirnya bisa berkunjung kesana.

Saya juga yang tidak pernah tahu bagaimana itu bandara dan rasanya naik pesawat terbang, akhirnya saya bisa merasakan beberapa kali naik pesawat Garuda Indonesia dan NAM Air.

Saya juga bisa merasakan kembali menginap di hotel-hotel berbintang secara gratis. Dan tahu serta bisa menjadi bagian dari acara nasional yang diadakan pihak BRG.

Dan sebelum bergabung di BRG saya menyempatkan dulu ke pergi Kampung Inggris Pare, Kediri yang jalan berangkatnya melalui Surabaya naik kereta api. Ini adalah pengalaman perjalanan pertama kalinya saya naik kereta api jarak jauh.

Di Pare akhirnya saya bisa tahu situasi kampung Inggris yang sangat terkenal tersebut. Ternyata tak seseram yang saya bayangkan. Tadinya saya kira disana benar-benar harus berbicara bahasa Inggris full setiap hari dan setiap ketemu orang di jalan. Ternyata tidak....

Pada tanggal 23 September 2019 merupakan moment yang sangat berharga bagi saya. Karena waktu itu ada tabligh akbar muharaman di Monas dan saya bisa hadir disana.

Dan karena tekad saya sangat kuat ingin hadir di acara tersebut, sampai-sampai saya mengatakan pada teman saya bahwa saya akan memaksakan berangkat ke Monas meskipun dari pihak pesantren ada yang melarang pergi dan tidak memberi izin.

Dan tamu agung di acara tersebut adalah orang yang paling saya rindukan. Orang yang belum pernah bertemu bertatap muka tapi beliau adalah orang yang paling saya rindukan. Beliau yaitu Habib Umar bin Hafidz.

Tahun 2018 lalu saya sangat menyesal karena lupa tidak bisa hadir ke majelis yang dihadiri beliau di Ponpes As Sidqu Kuningan pimpinan Habib Quraisy Baharun. Padahal 1 bulan sebelumnya sudah saya rencanakan. Cuma pas hari H tiba-tiba lupa.

Tapi di tahun 2019 ini akhirnya terobati karena bisa hadir di majelis mulia yang ada beliaunya.

Di awal November 2019 saya juga bisa kembali mengunjungi Bandung lagi setelah terakhir kali saya berkunjung pada tahun 2014 bersama teman saya nyari-nyari lowongan kerja. Dan pada tahun ini saya pergi sendiri.

Dan tiba di terminal Leuwi Panjang pada malam hari, waktu Isya dan alhamdulillah pas hujan reda. Dari Leuwi Panjang saya pesan Gojek tujuan ITENAS. Ini perjalanan Gojek terjauh yang pernah saya alami. Menyusuri kota Bandung malam hari naik Gojek.

Di gerbang Itenas ternyata teman saya sudah stand by menunggu. Akhirnya setelah sekian lama bisa bertemu kembali kawan lama yang dulu sama-sama berjuang di Global English Course.

Dia sudah sangat mahir sekali Bahasa Inggris nya apalagi dia ngajar di sekolah yang berkurikulum Cambridge. Sedangkan saya sudah banyak yang lupa karena hampir 5 tahun tak digunakan sama sekali.

Keesokan harinya saya diantar teman ke Universitas Widyatama untuk menghadiri wisudaan seseorang yang lokasinya tak jauh dari kontrakannya sehingga saya jadi tahu bagaimana suasana wisudaan di kota. Ternyata biasa-biasa saja tak seramai di kampung. Hehehe...

Dan di penghujung bulan November saya juga jadi tahu kota Sukabumi untuk pertama kalinya. Meskipun hanya sekedar menghadiri acara nikahan teman.

Dan hal yang berkesan saat ke Sukabumi adalah macetnya yang luar biasa sampai-sampai saya merasa kapok. Tapi di Sukabuminya sendiri suasananya cukup menyenangkan, adem cuacanya.

Alhamdulillah ya Allah, saya telah diberi kesempatan banyak pengalaman di tahun 2019 ini. Gratis pula jalan-jalan ke luar pulau Jawa tanpa saya mengeluarkan uang sedikit pun. Dan alhamdulillah juga jadi banyak kenalan dan pengalaman.

Syukur tiada hentinya kupanjatkan padaMu Ya Allah. Nikmat Mu begitu besar yang diberikan padaku. Sehingga tak terhitung nikmat yang Engkau berikan kepadaku.

Comments